Ringkasan BAB 5 tentang Penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

A. Latar Belakang Imperialisme dan Kolonialisme 
Imperialisme berasal dari kata imperare (bahasa latin) yang artinya menguasai. Sedangkan, kolinialisme berasal dari kata colonus (bahasa latin), yang artinya petani.
Pada dasarnya, imperialisme dapat dibedakan atas dua macam, yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Dilihat dari waktunya imperialisme kuno terjadi sebelum revolusi industri dengan dipelopori Portugis, Spanyol dan Belanda (VOC), sedangkan imperialisme modern terjadi setelah revolusi industri dengan dipelopori Inggris, Perancis, Jerman, dan Amerika Dilihat dari kepentingannya, imperialisme kuno menginginkan kekuasaan di segala bidang (3G), sedangkan imperialisme modern lebih ditekankan pada keuntungan ekonomi.
Faktor-faktor yg mendorong lahirnya imperialisme dan kolonialisme:
1. Faktor Kekuasaan (Politik)
2. Faktor Ekonomi/Kekayaan
3. Faktor Ideologi atau Agama
4. Faktor Militer

B. Masuknya Penjajahan (Imperialisme/Kolonialisme) Bangsa Eropa ke Indonesia
     Bangsa Eropa mulai berdatangan di Indonesia sejak abad ke-16. Latar belakang kedatangan mereka adalah jatuhnya Kota Konstantinopel ke tangan bangsa Turki Usmani yang beragam Islam pada 28 Mei 1453.
     Setelah Konstantinopel dikuasai, Sultan Muhammad 2 menyatakan kota itu tertutup bagi bangsa Eropa.
1. Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa
a. Mencari kekayaan berupa emas(Gold)
b. Menyiarkan Agama Kristen (Gospel)
c. Mencari Kejayaan (Glory)

2. Kedatangan dan Penjajahan Bangsa Eropa ke Indonesia
     Bangsa-bangsa Barat yang pernah datang ke Indonesia adalah Portugis, Spanyol, dan Belanda.
a. Kedatangan Bangsa Belanda 
    Pada tahun 1956, ekspedisi yg dipimpin Cornelis de Houtman tiba di Pelabuhan Banten setelah memulai keberangkatannya dari pelabuhan Amsterdam tahun 1595. Setelah membeli cukup rempah-rempah, mereka meninggalkan Banten kembali ke negaranya melalui Selat Bali.
    Setelah ekspedisi Houtman yang cukup berhasil itu segera disusul ekspedisi-ekspedisi lainnya . Ekspedisi kedua 1 Mei tahun 1598 dengan 22 buah kapal dari lima buah perusahaan berbeda.
    Angkatan ketiga bertolak dari Amsterdam pada bulan April 1599 dibawah pimpinan van der Hagen yg berhasil mencapai Ambon dan mendirikan Benteng Afar disana, setelah gagal merebut benteng portugis. Ekspedisi keempat dibawah pimpinan van Neek yg berangkat pada bulan juni 1600. Setelah tiba di Maluku, ia memimpin armadanya menyerang Banda, dan membangun Benteng Nassau pada tahun 1607.

b. VOC dan Penjajahan Belanda dan Inggris
    Atas usul dari Johan Van Olden Barnaveld, dibentuklah sebuah kongsi dagang yang disebut Vereenigde Oostindis che Compagnie (VOC) pada 20 Maret 1602. Kongsi dagang ini berkedudukan di Ambon(Maluku) dan terpilih sebagai Gubernur Jendral adalah Pieter Both.
1) Masa VOC
     VOC dibentuk dengan dua tujuan, yaitu:
a) menghilangkan persaingan diantara sesama pedagang Belanda.
b) Agar mampu bersaing dengan pedagang-pedagang asing lain, bahkan kalau bisa menghancurkan mereka.

Memasuki abad ke-18, VOC mengalami kemunduran disebabkan hal-hal berikut.
a) Korupsi merajalela dikalangan pegawai VOC.
b) Banyak pegawai tidak cakap dalam bekerja.
c) VOC mengeluarkan biaya besar untuk peperangan.
d) Persaingan dengan East India Company (Inggris) semakin tak sehat.
e) VOC tidak mampu membayar utanh-utangnya.
Pada 31 Desember 1799 secara resmi VOC dinyatakan bubar.

2) Masa Daendels 
     Pada 28 Januari 1807, Daendels diangkat menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
     Sifat dan sikap Daendels sebagai diktator tidak hanya menimbulkan kemarahan masyarakat, tetapi juga orang-orang Belanda. Akibatnya pada tahun 1811, Raja Lodewijk Bonaparte memanggil Daendels kembali ke Belanda. Daendels digantikan oleh Jan William Jansens. Namun, Jansens tidak lama di Nusantara karena bendera Prancis yang berkibar di Hindia Belanda hanya berlangsung lima bulan untuk kemudian diganti Inggris.

3) Masa Raffles
     Sebagai wakil pemerintah Inggris di India, Lord Minto kemudian mengangkat Thomas stamford Raffles sebagai Gubernur Hindia Belanda.
     Sesudah Raffles berkuasa, wilayah Nusantara berturut turut dipimpin oleh John Fendal (inggris), Van der Capellen, (Belanda), dan de Gsignies (Belanda). Kepemimpinan mereka tidak lama. Sesudahnya Van den Bosch (Belanda) menjadi penguasa baru Hindia Belanda.

4) Masa Van den Bosch
     Usaha yang dilakukan oleh van den Bosch adalah meningkatkan hasil produksi tanaman ekspor dengan memberlakukan sistem cultuurstelsel atau tanam paksa.
     Akan tetapi, dalam pelaksanaan sistem ini mengandung banyak penyimpangan yang sangat memberatkan rakyat. Beberapa orang Belanda yang turut merasakan penderitaan rakyat indonesia antara lain Baron van Hoevel, Edward Douwes Dekker, Neuwenhuis, dan C.Th. van Deventer.

C. Dampak Penjajahan (Imperialisme/Kolonialisme) Bangsa Eropa bagi Indonesia 
1. Bidang Politik
2. Bidang Sosial
3. Bidang Ekonomi 
4. Bidang budaya

D. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Imperialisme Barat
1. Perlawanan Ternate terhadap Portugis (1570-1575)
2. Perlawanan Mataram terhadap VOC (1614-1645)
3. Perlawanan Banten terhadap VOC
4. Perlawanan Gowa terhadap VOC
5. Perlawanan Pattimura (1817)
6. Perang Padri(1821-1838)
7. Perang Diponegoro (1825-1830) 
8. Perang Bali (1849-1908)
9. Perang Aceh (1873-1904)

Komentar